
BasBang (biarinn, biar oktober ada dalam archieve :D)
Sesuai dengan hasil dari konsultasi tanggal 17 September 2006 (sory boz blum ijin), dokter menyarankan jika sampai tanggal 19 blum ada kontraksi, tanggal 22 pagi datang lagi untuk di-induksi.
Hari Jum'at tanggal 22 September 2006 jam 8.30 wib kita bertiga (+ ibu) datang ke rsp. pertamina. Ada beberapa pilihan kamar yang tersedia yaitu klas 3 75.000 berisi 5 orang, klas 2 300.000 berisi 2 orang dan klas 1 400.ooo untuk 1 orang, karena plafond rawat inap dari kantor 310.000 jadi kita ambil klas 2, ternyata klas 2 penuh, sementara dulu di klas 3 nanti kalau ada kamar klas 2 yang kosong bisa pindah.
- jam 09.00 Masuk kamar , ganti dengan baju pasien, dilihat kondisi janin (by hand hiiiiiiiiiiii) dan mulai diinfus, ternyata dalam cairan infus ditambahkan obat perangsang (induksi).
- jam 10.30 Ada kabar baik, ada kamar klas 2 yang kosong, pindah deh kita yukkkkkkkkkkk.
- jam 11.00, jum'atan dunk, sudah terasa mules tapi intervalnya masih lama (30 menit-an, katanya). Selesai jum'atan sekalian makan siang di ... duh lupa euy, rumah makan di depan rspp yang ada menu bebek-nya deh. Aroma-nya enak, wangi sayang udah agak dingin.
- jam 13.00, ke kamar lho?? pada kemana?? baru mau tanya ke suster, ibu melambai dari ruang persalinan, ternyata dipindah ke ruang persalinan, kontraksi udah mulai sering, intervalnya 10-15 menit
- jam 15.30, aku shalat ashar dulu yaa, dia cuman nyengir menahan mules, kebayang ga sih mules yang begitu hebat datang setiap 10-15 menit
- jam 18.30, mules semakin hebat, tiap 2-5 menit sekali dan tambah hebat rasa-nya :( aduh kok jadi ikutan sedih, mules, deg2an, khawatir. Kebelet pipis, ok aku antar ke kamar mandi, lho kok ada darahnya??, pipisnya juga ga banyak. Suster datang untuk cek pembukaan, lho air ketuban udah pecah?? pindah ke tempat bersalin. Rasa mules semakin hebat, suster menyiapkan peralatan persalinan, dokter dipanggil. Suster bilang, saya tinggal shalat maghrib dulu yaa gubrakksssss, ikutan deh shalat maghrib :D .
- jam 19.00, dokter ada, suster 2, ayo bu kalo mules ngeden yaa, yang kuat, ga usah bersuara, digunting deh waddaaooooooowwww (sebenernya istighfar sih :D ), suster ikut dorong, rambutnya keliatan, tapi kok semakin loyo ya (kata dokter). Vakum aja ya, ibunya dah ga ada tenaganya nih, tadi ga mau makan ya?? alat vakut dipasang di kepala bayi, kasih 20 (apa 40 apa 60 gitu), vakum bersuara dan bayi mulai tertarik. Pluk vakumnya lepas, konektor antara selang dan mesin vakum lepas, dokter teriak mana nih suster yang lain, bantuin disini pegangin vakum-nya. Vakum bekerja lagi menarik sang bayi dari rahim, pluk copot lagi **sigh, nih dokter ama suster lagi becanda kali ya** Vakum dipasang lagi, suster dan dokter anak bantuin dorong, vakum dinyalakan dan ......
- jam 19.30, sang bayi keluar dari rahim ibunya, bayinya perempuan ya pak, ada tanda lahir (toh-bahasa jawa) di pangkal tangan kiri dan lutut kanan. Setelah dibersihkan oleh suster baik luar badan maupun alat pernapasan -dimasukkan selang kecil ke hidung dan mulut untuk menyedot sesuatu dari dalam badan si bayi
- setelah bersih, sang bayi disun ama bunda-nya, mulutnya dicobakan ke puting susu bunda, trus dibawa untuk diukur tinggi dan berat badannya. Suster bilang, tangan dan kakinya basah, jadi kita masukkan ke inkubator semalam ya pak, ok deh. Sang bayi lahir dengan berat 3,35 kg dan tinggi 51 cm. Setelah dibungkus dengan selimut bayi aku perdengarkan adzan dan iqamat di kedua telinganya, setelah itu masuk inkubator.
Saatnya menyebarkan berita bahagia ini ke semua saudara dan teman, sms sudah siap, groups sudah diset di address book, kirim!. Groups kakak-kakak terkirim dengan sukses meski tersendat2, groups pakdhe dan om terkirim juga dengan lebih tersendat2, groups teman2 failed, failed dan failed. Di layar handphone muncul tulisan SIM Inactive, bedebah!!! apa2an nih, kartu pasca bayar dari operator terbesar dengan memory 64 Kb !! **sigh**
Jam 21.00 proses perawatan setelah melahirkan selesai, kembali ke kamar